Kamis, 24 Oktober 2024

KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-nilai Kebajikan Seorang Pemimpin

Ilham, S.Pd.,Gr.,M.Pd
Calon Guru Penggerak Angkatan 11
Kota Baubau
Sulawesi Tenggara

Rangkuman Kesimpulan Pembelajaran (Koneksi Antar Materi)

  • Bagaimana filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka memiliki kaitan dengan penerapan pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin?

Filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka—Ing Ngarsa Sung Tuladha (di depan memberi teladan), Ing Madya Mangun Karsa (di tengah membangun semangat), dan Tut Wuri Handayani (di belakang memberikan dorongan)—berkaitan erat dengan pengambilan keputusan seorang pemimpin. Dalam prosesnya, pemimpin harus menjadi contoh yang baik saat berada di depan, berperan aktif dalam membangun semangat dan ide di tengah-tengah kelompok, serta memberikan dukungan dan kepercayaan ketika berada di belakang. Pendekatan ini menekankan keseimbangan antara keteladanan, kolaborasi, dan pemberdayaan, yang penting dalam pengambilan keputusan yang bijak dan efektif.


  • Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?

Nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita berpengaruh besar pada prinsip-prinsip yang kita gunakan dalam pengambilan keputusan, karena nilai-nilai tersebut membentuk pandangan, prioritas, dan moralitas kita. Ketika menghadapi pilihan, nilai-nilai ini menjadi dasar pertimbangan, menentukan apa yang kita anggap benar, adil, atau penting. Dengan kata lain, keputusan yang diambil mencerminkan keyakinan dan prinsip pribadi yang kita pegang teguh.


  • Bagaimana materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan ‘coaching’ (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil? Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut? Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi ‘coaching’ yang telah dibahas pada sebelumnya.

Materi pengambilan keputusan berkaitan erat dengan kegiatan coaching yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam proses pembelajaran. Dalam coaching, pendamping membantu kita untuk merefleksikan keputusan yang telah diambil, menguji efektivitasnya, serta mengeksplorasi apakah ada keraguan atau pertanyaan yang muncul terkait keputusan tersebut. Coaching bukan memberi solusi, tetapi mendorong kita untuk berpikir kritis melalui pertanyaan-pertanyaan reflektif, sehingga kita bisa mengevaluasi proses pengambilan keputusan, memahami dampaknya, dan menemukan cara-cara perbaikan atau penguatan prinsip yang digunakan. Proses ini mendukung pengembangan kapasitas diri untuk membuat keputusan yang lebih matang dan efektif.


  • Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan suatu keputusan khususnya masalah dilema etika?

Kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya sangat mempengaruhi pengambilan keputusan, terutama dalam menghadapi dilema etika. Guru yang memiliki kecerdasan emosional mampu mengenali dan mengelola emosi pribadi serta memahami perasaan orang lain, yang membantu mempertimbangkan berbagai sudut pandang secara lebih bijaksana. Hal ini penting dalam dilema etika, di mana keputusan sering melibatkan konflik antara nilai-nilai yang berbeda. Dengan kesadaran sosial emosional yang baik, guru dapat merespons secara empatik, mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang, dan mengambil keputusan yang adil serta etis bagi semua pihak.


  • Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik?

Pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika selalu kembali pada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik, karena nilai-nilai tersebut membentuk landasan bagi keputusan dan tindakan mereka. Saat menghadapi dilema moral, pendidik akan merujuk pada prinsip-prinsip pribadi seperti kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab, yang membimbing mereka dalam menentukan apa yang benar dan pantas dilakukan dalam situasi tersebut. Nilai-nilai ini menjadi kompas yang memandu respon etis mereka dalam mengatasi masalah.


  • Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.

Pengambilan keputusan yang tepat berdampak langsung pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman, dan nyaman karena keputusan yang bijak mempertimbangkan kebutuhan, kepentingan, dan kesejahteraan semua pihak yang terlibat. Keputusan yang adil dan berdasarkan nilai-nilai etis membantu membangun kepercayaan, rasa hormat, dan keterbukaan dalam lingkungan tersebut. Hal ini mendorong hubungan yang harmonis, mengurangi konflik, dan menciptakan suasana di mana individu merasa dihargai dan aman, sehingga mendukung produktivitas dan kesejahteraan bersama.


  • Apakah tantangan-tantangan di lingkungan Anda untuk dapat menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Adakah kaitannya dengan perubahan paradigma di lingkungan Anda?

Tantangan dalam menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika di lingkungan saya meliputi kurangnya pemahaman atau kesadaran terhadap nilai-nilai etika yang harus dipegang, adanya perbedaan pandangan antar individu, serta tekanan dari berbagai pihak yang mungkin memengaruhi keputusan. Selain itu, adanya resistensi terhadap perubahan dan keterbatasan dalam sumber daya juga dapat menjadi hambatan.

Kaitannya dengan perubahan paradigma di lingkungan saya sangat signifikan. Perubahan paradigma yang mengedepankan pendekatan kolaboratif dan inklusif dalam pengambilan keputusan mendorong kita untuk lebih terbuka dalam mendiskusikan dilema etika. Hal ini memungkinkan terciptanya ruang bagi dialog dan pertukaran ide, yang pada gilirannya membantu menghasilkan keputusan yang lebih etis dan diterima oleh semua pihak.


  • Apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita? Bagaimana kita memutuskan pembelajaran yang tepat untuk potensi murid kita yang berbeda-beda?

Pengambilan keputusan yang kita ambil berpengaruh besar terhadap pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita, karena keputusan tersebut menentukan bagaimana kita mendesain pembelajaran yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan serta potensi setiap siswa. Dengan memahami karakteristik dan gaya belajar murid yang berbeda-beda, kita dapat memutuskan pendekatan pembelajaran yang tepat, seperti menerapkan diferensiasi dalam metode, materi, dan penilaian. Hal ini memungkinkan setiap siswa untuk belajar dengan cara yang sesuai, mengoptimalkan potensi mereka, dan menciptakan lingkungan belajar yang memberdayakan, di mana mereka merasa dihargai dan termotivasi untuk berkembang. Keputusan yang bijak dalam pembelajaran juga mencerminkan komitmen kita untuk mendukung perkembangan holistik siswa, bukan hanya secara akademis, tetapi juga sosial dan emosional.


  • Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?

Seorang pemimpin pembelajaran yang bijak dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya dengan menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan memfasilitasi perkembangan mereka. Keputusan yang diambil, seperti dalam pemilihan kurikulum, metode pengajaran, dan dukungan sosial emosional, dapat menentukan kualitas pendidikan yang diterima murid. Dengan menyediakan sumber daya yang tepat dan peluang untuk belajar sesuai dengan kebutuhan mereka, pemimpin dapat membantu murid mencapai potensi maksimal, membangun keterampilan yang relevan, dan mempersiapkan mereka untuk tantangan di masa depan.


  • Apakah kesimpulan akhir yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?

Kesimpulan akhir dari pembelajaran modul materi ini adalah pentingnya pengambilan keputusan yang etis dan bijak dalam konteks pendidikan, yang berpengaruh langsung terhadap pengajaran dan perkembangan siswa. Modul ini menekankan bahwa keputusan yang tepat tidak hanya memfasilitasi pembelajaran yang efektif, tetapi juga menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi siswa. Keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya menunjukkan bahwa pemahaman tentang nilai-nilai, filosofi pendidikan, dan prinsip-prinsip kepemimpinan menjadi landasan dalam membuat keputusan yang mendukung pendidikan yang memerdekakan. Dengan mengintegrasikan pengetahuan dari modul-modul sebelumnya, kita dapat lebih baik dalam merancang pengalaman belajar yang inklusif, mengedepankan kolaborasi, dan menumbuhkan keterampilan sosial emosional pada siswa, sehingga mereka siap menghadapi tantangan di masa depan.


  • Sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: dilema etika dan bujukan moral, 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Adakah hal-hal yang menurut Anda di luar dugaan?

Pemahaman saya tentang konsep-konsep yang telah dipelajari di modul ini semakin mendalam, terutama mengenai dilema etika dan bujukan moral yang menunjukkan betapa kompleksnya pengambilan keputusan dalam konteks pendidikan. Konsep 4 paradigma pengambilan keputusan membantu saya melihat berbagai perspektif dalam proses pengambilan keputusan, sedangkan 3 prinsip pengambilan keputusan memberikan kerangka kerja yang jelas untuk mempertimbangkan nilai-nilai dalam setiap keputusan.

Selain itu, 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan menawarkan panduan sistematis yang dapat diimplementasikan dalam situasi nyata, sehingga keputusan yang diambil lebih terukur dan efektif.

Hal-hal yang di luar dugaan bagi saya adalah betapa pentingnya pengaruh aspek sosial emosional dalam pengambilan keputusan, serta bagaimana kolaborasi dan komunikasi dalam tim sangat menentukan hasil keputusan. Ini mengingatkan saya bahwa pengambilan keputusan bukan hanya proses individual, tetapi juga melibatkan interaksi dan dukungan dari orang lain di sekitar kita.


  • Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin dalam situasi moral dilema? Bilamana pernah, apa bedanya dengan apa yang Anda pelajari di modul ini?

Sebelum mempelajari modul ini, saya pernah menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin dalam situasi moral dilema, seperti ketika harus memilih antara memenuhi tuntutan orang tua dan mendukung minat serta kebutuhan belajar siswa. Dalam situasi tersebut, keputusan saya lebih bersifat intuitif dan berdasarkan pengalaman pribadi, tanpa kerangka kerja yang sistematis.

Setelah mempelajari modul ini, saya menyadari pentingnya menerapkan 4 paradigma pengambilan keputusan dan 3 prinsip pengambilan keputusan untuk menganalisis dilema secara lebih mendalam. Saya juga memahami langkah-langkah sistematis dalam pengambilan dan pengujian keputusan, yang memungkinkan saya untuk mempertimbangkan berbagai perspektif, nilai-nilai yang terlibat, dan dampak jangka panjang dari keputusan yang diambil. Pembelajaran ini memberi saya alat dan kerangka kerja yang lebih baik untuk membuat keputusan yang lebih etis dan responsif, serta meminimalkan risiko kesalahan yang mungkin terjadi.


  • Bagaimana dampak mempelajari konsep ini buat Anda, perubahan apa yang terjadi pada cara Anda dalam mengambil keputusan sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran modul ini?

Mempelajari konsep pengambilan keputusan dalam modul ini memberikan dampak signifikan bagi saya. Sebelumnya, keputusan yang saya ambil lebih berdasarkan intuisi dan pengalaman pribadi. Kini, saya lebih analitis, menggunakan kerangka sistematis untuk mengevaluasi situasi dan mempertimbangkan berbagai perspektif. Saya juga lebih memperhatikan prinsip etika, melibatkan tim dalam proses pengambilan keputusan, dan berkomitmen untuk melakukan refleksi pasca-keputusan. Perubahan ini meningkatkan kemampuan saya dalam membuat keputusan yang lebih bijak dan berdampak positif bagi semua pihak.


  • Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi Anda sebagai seorang individu dan Anda sebagai seorang pemimpin?

Mempelajari topik modul ini sangat penting bagi saya, baik sebagai individu maupun pemimpin. Sebagai individu, pemahaman tentang pengambilan keputusan membantu saya menjadi lebih bijak dalam memilih tindakan yang etis dan bertanggung jawab. Sebagai pemimpin, pengetahuan ini memungkinkan saya untuk membuat keputusan yang lebih sistematis dan inklusif, mendorong kolaborasi, serta menciptakan lingkungan yang positif bagi tim dan siswa. Ini semua berkontribusi pada pengembangan pribadi dan profesional yang lebih baik.

Rabu, 25 Oktober 2023

Berbagi dan Berkolaborasi Inovasi Pembelajaran

 


Halo Sahabat Teknologi …!

Memberikan ruang bagi pengembangan potensi dan minat siswa dengan lebih memperhatikan keberagaman individu dan mendorong integrasi teknologi dalam pembelajaran untuk meningkatkan literasi digital siswa merupakan salah satu tujuan pendidikan dalam kurikulum merdeka.

Ini menjadi tantangan tersendiri  bagi guru untuk bisa menerapkan pembelajaran inovatif yang berpusat pada murid, berdiferensiasi dan mampu mengintegrasikan platform teknologi.

Saya Ilham, guru matematika di SMP Negeri 1 Baubau, Sahabat teknologi 2023 provinsi sulawesi tennggara. Berikut ini cerita menarik saya dalam berbagi dan berkolaborasi inovasi pembelajaran.

 

Salah satu model pembelajaran inovatif yang dbisa diterapkan di kelas adalah model pembelajaran Game Base Learning. Dengan adanya pembelajaran ini, tingkat keterlibatan siswa dapat meningkat, karena mereka merasa terlibat dalam aktivitas yang menyenangkan.

Sangat penting merancang pembelajaran dengan memanfaatkan Platform Merdeka Mengajar (PMM). Melalui platform tersebut, kita para guru dapat memperoleh banyak inspirasi pembelajaran. Disamping itu, Penggunaan platform AI tools pembelajaran, platform Canva dalam membuat media pembelajaran interaktif, google site, google form, quizizz dan platform bamboozle.com dapat menjadi kunci sukses untuk bisa menerapkan model pembelajaran inovatif Game Base Learning.

Setelah mengimplementasikan pembelajaran inovatif game base learning di kelas, sebagai tugas akhir level 4 pembatik 2023, saya membagikan praktik baik penerapan pembelajaran inovatif kepada bapak/ibu guru hebat, baik secara luring (tatap muka) ataupun daring (tatap maya).

Langkah awal yang saya lakukan adalah memohon izin dan dukungan kepada kepala SMP Negeri 1 Baubau, H.Salamun,S.Pd.,M.Pd. 

H.Salamun S.Pd.,M.Pd (Kepala SMP Negeri 1 Baubau)

Berikutnya, saya melaksanakan kegiatan berbagi dan berkolaborasi dengan bapak/ibu guru dalam komunitas belajar SMP Negeri 1 Baubau. Kegiatan tersebut terlaksana pada hari rabu, 10 oktober 2023 dengan Tema : menguatkan ekosistem digital pendidikan dengan berkarya dan berbagi untuk wujudkan merdeka belajar. Alhamdulillah, kegiatan tersebut dapat berjalan lancar dengan jumlah peserta yang hadir sebanyak 30 peserta.

Selanjutnya adalah memohon dukungan kepada Kepala Bidang SMP Dinas pendidikan Kota Baubau, Pak Hasrin, S.Pd.,M.Pd.

Hasrin,S.Pd.,M.Pd (Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Baubau) 

Sekretaris Dinas pendidikan Kota baubau, sekaligus ketua PGRI Kota Baubau, pak Bariun, S.Pd.,M.Pd dan Koordinator komunitas guru pengerak kota baubau sekaligus co capten belajar id kota baubau, Pak Samudin, S.Pd. Melalui dukungan tersebut,kita dapat menyiapkan dan menyusun strategi kegiatan berbagi dan berkolaborasi dengan bapak/Ibu Guru hebat di kota baubau.

Samudin, S.Pd (Koordinator Guru Penggerak Kota Baubau dan Co Capten Belajar.id Kota Baubau)

Aksi ke-2 berikutnya yaitu, berbagi dan berkolaborasi praktik baik inovasi pembelajaran dalam kurikulum merdeka melalui komunitas belajar sahabat teknologi sulawesi tenggara di platform merdeka mengajar dan google meet yang dihubungkan melalui akun youtube 1000 guru sultra. Link youtube disini.


Kegiatan ini dilaksanakan pada hari rabu, 18 0ktober 2023 bekerja sama dengan sahabat teknologi 2023 provinsi sulawesi tenggara, pak Aditian Yudiantara, S.Pd.,Gr, I Made Rian Irwanto, S.Pd.,Gr dan google master trainer ibu Irma Puteri Kusuma Wardani, S.Pd sebagai moderator. Pada kegiatan ini pula dibuka langsung oleh duta teknologi kemendikbudristek 2018, ibu Irma Lismayani, M.Pd. Alhmdulilah jumlah peserta yang hadir pada kegiatan ini sebanyak 59 peserta dari 117 guru pendaftar melalui PMM.

Aksi ke-3 yaitu berbagi dan berkolaborasi bekerja sama dengan gurumengajar.id, sebuah lembaga pendidikan online yang berbadan hukum. Kegiatan ini dilaksanakan secara tatap maya melalui zoom dan akun youtube gurumengajar.id selama 3 hari, 19-21 oktober 2023 dengan narasumber 1 : Maulidya, S.Pd (Sahabat Teknologi Jawa Tengah) di tgl 19 oktober 2023 pukul 19.30 s.d 22.00, narasumber 2 : saya sendiri (Ilham,S.Pd.Gr)(Sahabat Teknologi Sulawesi Tenggara)  di hari jumat, tgl 20 oktober 2023 dan narasumber 3 : Edil Wijaya Nur, S.Pd.,Gr (Awardee BPI kemendikbudristek 2022 sekaligus guru pandu digital) pada tanggal 21 Oktoebr 2023. Kegiatan ini dapat berjalan lancar dengan jumlah peserta yang hadir dan menyaksikan via youtube sebanyak 1600 guru se-indonesia. Link youtube disini.




Aksi ke-4 yaitu berbagi dan berkolaborasi lintas provinsi sahabat teknologi kemendikbudristek 2023. Kegiatan ini dilaksanakan secara tatap maya melalui gmeet pada hari Sabtu, 21 Oktober 2023 pukul 10.00 s.d 12.00 wita bekerja sama dengan pak Safriaydin, S.Pd.,Gr (sahabat teknologi Nusa Tenggara Timur) dan ibu Lia Astuti, S.Pd (Sahabat Teknologi Jawa Tengah). Pada kegiatan ini, saya memmbahas pemanfaatan platform AI dalam merancang perangkat pembelajaran daalm kurikulum merdeka. Kegiatan ini dapat berjalan lancar dengan jumlah peserta yang hadir sebanyak 15 peserta.


Aksi ke-5, aksi puncak yang luar biasa, yaitu berbagi dan berkolaborasi dengan Komunitas Guru Penggerak kota Baubau yang didukung oleh pemerintah Kota Baubau melalui Dinas Pendidikan Kota Baubau. Kegiatan ini dilaksanakan secara tatap maya google meet pada hari Senin, 23 oktober 2023 pukul 19.30 – 22.00 wita yang dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Baubau mewakili Dinas Pendidikan Kota Baubau, Bariun, S.Pd.,M.Pd sekaligus membuka kegiatan berbagi dan berkolaborasi dengan tema : Optimalisasi Teknologi dan Literasi dalam Kurikulum Merdeka. Duta Teknologi Kemdikbudristek 2021 , Lia Nur isnaini,S.Pd.,Gr dan Koordinator Komunitas Guru Penggerak Kota Baubau. Samudin,S.Pd.




Peserta dengan jumlah yang hadir 31 dari pendaftar 80 peserta sangat antusias dalam mengkuti kegiatan ini, tidak lain karena saya didampingi narasumber hebat kota Baubau, alumni guru penggerak angkatan 7 dan pengawas sekolah kota baubau, yakni Wa Ode Darniati,S.Pd.,M.Pd.

Kegiatan ini menjadi berkah tersendiri, Karena Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Baubau sekaligus ketua PGRI Kota Baubau sangat mengapresisasi dan berterima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini.


Saya ucapakan banyak terima kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini dan memohon maaf jika banyak kekurangan dalam pelaksanaannya.  

Jalan-jalan ke Sulawesi Tenggara, tidak lupa membeli pepaya, Cukup sekian vlog berbagi saya, semoga bermanfaat bagi kita semua.

 

 

 


Sabtu, 07 Oktober 2023

Petualangan Pembelajaran Berdiferensiasi: Membangun Jejak Menuju Pemahaman yang Lebih Dalam

Sebagai seorang pendidik yang selalu bersemangat untuk menciptakan pengalaman pembelajaran yang bermakna, saya memutuskan untuk menjelajahi konsep pembelajaran berdiferensiasi di dalam kelas. Keputusan ini muncul dari keyakinan saya bahwa setiap siswa memiliki keunikan dan kecepatan belajar yang berbeda, dan sebagai guru, saya bertekad untuk menciptakan lingkungan di mana semua siswa dapat berkembang secara optimal.

 


Perjalanan pembelajaran ini dimulai dengan penelitian mendalam tentang gaya belajar dan kebutuhan individual siswa dalam kelas saya. Saya memahami bahwa perbedaan dalam latar belakang, minat, dan tingkat kemampuan memerlukan pendekatan yang berbeda dalam proses pengajaran.

 

Langkah pertama yang saya ambil adalah membuat profil individual untuk setiap siswa. Profil ini mencakup informasi tentang kekuatan, kelemahan, minat, dan cara belajar masing-masing siswa. Dengan ini, saya dapat merencanakan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

 

Saat proses pembelajaran dimulai, saya memastikan bahwa setiap siswa diberikan akses ke materi pembelajaran dalam format yang sesuai dengan gaya belajar mereka. Siswa yang lebih visual mendapatkan materi melalui gambar dan diagram, sementara siswa auditori mendengarkan penjelasan tambahan melalui presentasi lisan. Bagi siswa kinestetik, saya menyediakan proyek atau kegiatan fisik yang memungkinkan mereka belajar melalui gerakan.

 

Selain itu, saya menerapkan penugasan dan proyek berdiferensiasi yang memungkinkan siswa bekerja pada tingkat kesulitan yang sesuai dengan kemampuan mereka. Siswa yang memiliki pemahaman cepat diberikan tugas yang menantang, sementara siswa yang memerlukan dukungan tambahan diberikan tugas dengan tingkat kesulitan yang lebih rendah.

 

Pentingnya umpan balik menjadi pusat dari kegiatan ini. Saya terlibat dalam diskusi kelompok kecil, pertemuan individu, dan evaluasi formatif untuk memahami kemajuan setiap siswa. Umpan balik ini bukan hanya untuk memberikan informasi kepada siswa, tetapi juga untuk membimbing saya dalam penyesuaian pendekatan pembelajaran saya.

 

Saya dengan senang hati menyaksikan perkembangan positif dalam kelas. Siswa-siswa yang sebelumnya merasa kesulitan sekarang menunjukkan peningkatan dalam pemahaman mereka, sementara siswa yang lebih mampu mengambil peran sebagai pemimpin dalam pembelajaran berkelompok.

 

Pembelajaran berdiferensiasi bukan hanya tentang memberikan materi yang berbeda untuk setiap siswa, tetapi juga tentang memberikan dukungan dan tantangan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Proses ini tidak hanya menciptakan ruang untuk keberhasilan siswa, tetapi juga mengajar mereka tentang penghargaan terhadap keberagaman dan kerja sama.

 

Petualangan pembelajaran berdiferensiasi ini telah memberikan warna dan keberagaman pada kelas saya. Saya merasa terinspirasi oleh setiap langkah kemajuan yang dicapai oleh siswa, dan saya yakin bahwa kegiatan ini telah membuka pintu untuk potensi yang lebih besar di masa depan. Perjalanan ini adalah pengalaman berharga yang akan membimbing saya dalam menyusun strategi pembelajaran yang lebih efektif dan inklusif di masa mendatang.

 

 

 

 


Perjalanan Meraih Gelar Pendidik Tersertifikasi Google Tingkat 1 (Certified Google for Education) Program Master Trainer Level 1 (Batch 8)

Saya merasa bahwa untuk lebih meningkatkan kualitas pengajaran saya dan memberikan pengalaman belajar yang lebih baik kepada siswa, saya perlu mengembangkan keterampilan teknologi pendidikan saya. Sebagai langkah pertama, pada bulan Agustus 2023 saya memutuskan untuk mengikuti program Master Trainer Level 1 Certified Google for Education.

Perjalanan ini dimulai ketika saya mendaftar untuk Batch 8 program tersebut. Saya menyadari bahwa menjadi peserta Master Trainer bukanlah suatu hal yang mudah, tetapi tantangan itu justru menjadi pendorong bagi saya. Saya tahu bahwa sertifikat ini bukan hanya prestise, tetapi juga akan memberikan dampak positif pada proses pengajaran dan pembelajaran di lingkungan saya.

Setelah mendaftar, perjalanan intensif dimulai. Materi pelatihan melibatkan sejumlah konsep dan aplikasi teknologi pendidikan yang terkait dengan platform Google for Education. Saya belajar tentang G Suite for Education, Google Classroom, Google Forms, dan sejumlah alat pendidikan digital lainnya. Meskipun saya memiliki dasar pengetahuan teknologi, program ini membuka cakrawala baru dan mendalam.

Salah satu momen yang paling berkesan dalam perjalanan ini adalah sesi pelatihan yang dipimpin oleh para coach yang luar biasa (Steven dan Sutantro) . Mereka membagikan wawasan, tips, dan praktik terbaik mereka dalam mengintegrasikan teknologi Google dalam proses pengajaran. Saya terkesan dengan berbagai ide kreatif dan inovatif yang dapat diimplementasikan dalam kelas.

Sesi tanya jawab dan diskusi dengan sesama peserta dan mentor dari Batch 8 juga memberikan nilai tambah besar. Kami berbagi pengalaman, memecahkan masalah bersama, dan mendukung satu sama lain. Semangat kolaboratif ini memberikan energi tambahan untuk terus berkembang dan mencapai tujuan bersama.

Proses evaluasi dan ujian akhir tidaklah mudah, tetapi persiapan yang matang membantu saya melewati setiap tahap dengan keyakinan. Ketika pengumuman kelulusan, (Minggu, 24 September 2023), rasa kebahagiaan dan kebanggaan sulit diungkapkan dengan kata-kata. Sertifikat Certified Google for Education sebagai Pendidik Tersertifikasi Google Tingkat 1 telah menjadi bukti konkrit dari perjuangan dan dedikasi saya dalam meningkatkan kualitas pendidikan.



Sertifikat ini tidak hanya mengubah pandangan saya terhadap pengajaran dan pembelajaran, tetapi juga memberikan saya tanggung jawab lebih besar untuk berbagi pengetahuan dan membantu rekan-rekan guru yang mungkin juga ingin mengejar sertifikasi yang sama.

Kini, sebagai seorang pendidik Tersertifikasi Google Tingkat 1, saya merasa terhormat dan siap untuk menginspirasi perubahan positif dalam dunia pendidikan. Sertifikat ini bukanlah akhir dari perjalanan, tetapi awal dari peran yang lebih besar dalam membangun masa depan pendidikan yang lebih baik.

Tips dan Trik Mengikuti Seleksi Simulasi Mengajar dalam Program Guru Penggerak

 

Persiapan untuk simulasi mengajar dalam program Guru Penggerak merupakan langkah penting untuk menunjukkan kemampuan pengajaran dan kepemimpinan Anda. Berikut adalah beberapa tips dan trik yang dapat membantu Anda lolos seleksi simulasi mengajar:

Pahami Tujuan Pembelajaran: 

Pastikan Anda memahami tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Identifikasi konsep utama yang ingin Anda sampaikan kepada siswa.

Rencanakan Pembelajaran dengan Baik:

Buat rencana pelajaran yang jelas dan terstruktur. Sertakan langkah-langkah yang akan Anda ambil selama sesi mengajar.

Kaitkan dengan Kehidupan Nyata:

Buat koneksi antara materi yang diajarkan dengan situasi atau pengalaman hidup siswa. Hal ini membantu membuat pembelajaran lebih relevan dan menarik.

Gunakan Metode Pengajaran yang Beragam:

Variasikan metode pengajaran Anda. Gunakan cerita, contoh nyata, pertanyaan, atau aktivitas untuk mempertahankan minat siswa.

Interaktif dan Partisipatif:

Dorong partisipasi siswa selama sesi mengajar. Gunakan teknik yang mengaktifkan siswa seperti diskusi kelompok, pertanyaan interaktif, atau demonstrasi.

Adaptasi Terhadap Respons Siswa:

Bersiap untuk merespons secara adaptif terhadap tanggapan siswa. Jika ada pertanyaan atau kebingungan, tunjukkan kemampuan Anda untuk menjelaskan dengan jelas.

Kendalikan Waktu dengan Baik:

Pastikan Anda mengelola waktu dengan efisien. Seimbangkan antara menjelaskan konsep, memberikan contoh, dan memberikan kesempatan bagi siswa untuk berpartisipasi.

Jelaskan Evaluasi dan Pemahaman: 

Sampaikan dengan jelas bagaimana Anda akan mengevaluasi pemahaman siswa. Tunjukkan bahwa Anda memahami pentingnya evaluasi dalam proses pembelajaran.

Beri Ruang untuk Pertanyaan:

Beri kesempatan kepada siswa untuk bertanya. Hal ini menunjukkan bahwa Anda membuka diri terhadap pertanyaan dan mendukung interaksi dua arah.

Berikan Umpan Balik Positif dan Konstruktif:

Jika ada kesempatan, berikan umpan balik positif kepada siswa. Tapi juga siapkan untuk memberikan umpan balik konstruktif yang membantu mereka memahami dan meningkatkan.

Gunakan Teknologi dengan Bijak:

Jika relevan, gunakan teknologi dalam sesi mengajar. Pastikan Anda terbiasa dengan peralatan atau platform yang mungkin digunakan.

Jaga Etika Profesional:

Pertahankan etika dan perilaku profesional sepanjang sesi mengajar. Beri contoh sikap dan perilaku yang diharapkan dari seorang Guru Penggerak.

Praktik Sebelumnya:

Lakukan praktik sebelum simulasi mengajar. Ajak teman atau mentor untuk menjadi audiens dan memberikan umpan balik.

Rileks dan Percaya Diri:

Meskipun ini adalah evaluasi, tetap rileks dan tunjukkan kepercayaan diri Anda. Siswa dan panel seleksi akan merespons positif terhadap energi positif.

Selalu Evaluasi Diri:

Setelah simulasi mengajar, evaluasi kinerja Anda. Identifikasi area di mana Anda kuat dan area yang perlu ditingkatkan.

Dengan mempersiapkan diri dengan baik dan mempraktikkan sesi mengajar, Anda dapat meningkatkan kemungkinan keberhasilan Anda dalam seleksi simulasi mengajar dalam program Guru Penggerak.

Senin, 27 Maret 2023

Semangat Belajar di Bulan Suci Ramadhan: Meningkatkan Produktivitas Dalam Menuntut Ilmu

Bulan suci Ramadhan merupakan momen yang sangat dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Selain sebagai bulan yang penuh dengan keberkahan, Ramadhan juga menjadi momen untuk meningkatkan ketakwaan dan keimanan kepada Allah SWT. Di samping itu, bulan suci Ramadhan juga dapat dimanfaatkan sebagai momen untuk meningkatkan semangat belajar dan produktivitas dalam menuntut ilmu.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan semangat belajar di bulan suci Ramadhan. Pertama-tama, kita harus mempersiapkan diri dengan baik sebelum memulai aktivitas belajar. Hal ini bisa dilakukan dengan mengatur jadwal belajar secara teratur dan menetapkan tujuan belajar yang spesifik. Dengan demikian, kita akan lebih fokus dan disiplin dalam melakukan aktivitas
belajar.

Kedua, kita juga dapat meningkatkan semangat belajar dengan memperbanyak membaca Al-Quran. Al-Quran merupakan sumber ilmu yang sangat penting bagi umat Muslim. Dengan membaca Al-Quran secara rutin, kita dapat meningkatkan pemahaman tentang ajaran Islam dan memperdalam pengetahuan tentang agama. Selain itu, membaca Al-Quran juga dapat meningkatkan konsentrasi dan fokus dalam belajar.

Ketiga, kita juga dapat memperbanyak membaca buku-buku islami yang relevan dengan minat dan minat kita. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan pengetahuan kita tentang agama, tetapi juga akan meningkatkan semangat belajar kita secara keseluruhan. Dalam membaca buku, kita harus memilih buku yang tepat dan bermanfaat, sehingga waktu dan energi yang kita habiskan dalam membaca dapat memberikan manfaat yang maksimal.

Keempat, kita juga dapat memanfaatkan waktu istirahat di bulan suci Ramadhan untuk meningkatkan semangat belajar. Kita dapat memperbanyak membaca buku atau menonton video tentang agama pada saat waktu istirahat, seperti saat waktu berbuka puasa atau saat tengah malam. Dengan memanfaatkan waktu istirahat dengan baik, kita dapat mengoptimalkan waktu kita dalam menuntut ilmu.

Kelima, kita juga dapat mengikuti kelas-kelas atau seminar tentang agama yang diselenggarakan di bulan suci Ramadhan. Biasanya, banyak organisasi atau lembaga yang menyelenggarakan kelas atau seminar tentang agama pada bulan suci Ramadhan. Dengan mengikuti kelas-kelas atau seminar ini, kita akan memperoleh pengetahuan yang lebih luas tentang agama dan memperdalam pemahaman tentang
ajaran Islam.

Oleh karena itu, marilah kita meningkatkan semangat belajar di bulan Suci Ramadhan ini. Semoga ibadah puasa kita menjadi berkah dengan belajar dan belajar.

 

Ujian Sekolah Menggunakan Google Classroom

Dalam era digital yang semakin berkembang pesat saat ini, banyak sekolah yang beralih menggunakan teknologi untuk mempermudah proses belajar-mengajar. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan Google Classroom untuk melakukan ujian sekolah.

Google Classroom adalah platform pembelajaran online yang disediakan oleh Google untuk memfasilitasi interaksi antara guru dan siswa secara virtual. Dengan adanya Google Classroom, guru dapat dengan mudah membuat tugas, memberikan instruksi, dan mengatur jadwal kelas secara online. Sementara itu, siswa dapat mengakses tugas dan materi pembelajaran dari mana saja dan kapan saja dengan menggunakan perangkat gadget.

Penggunaan Google Classroom untuk ujian sekolah memberikan banyak keuntungan. Salah satunya adalah kemudahan dalam membuat dan mengatur soal ujian. Guru dapat membuat soal ujian dalam bentuk pilihan ganda, isian singkat, atau uraian dengan mudah dan cepat. Selain itu, Google Classroom juga memungkinkan guru untuk memberikan instruksi dan petunjuk ujian dengan jelas dan terstruktur.

Selain kemudahan dalam membuat dan mengatur soal ujian, penggunaan Google Classroom juga mempermudah dalam melakukan evaluasi hasil ujian. Setelah siswa selesai mengerjakan ujian, guru dapat dengan mudah mengumpulkan dan mengevaluasi jawaban siswa dengan menggunakan fitur penilaian otomatis yang disediakan oleh Google Classroom. Dengan demikian, guru dapat dengan cepat
mengetahui hasil ujian siswa secara akurat dan efisien.

Penggunaan Google Classroom untuk ujian sekolah juga memudahkan dalam pengelolaan waktu ujian. Dalam ujian sekolah yang dilakukan secara konvensional, guru harus membagikan soal ujian satu persatu dan memonitor waktu ujian secara manual. Namun, dengan penggunaan Google Classroom, guru dapat dengan mudah mengatur waktu ujian secara otomatis dan memberikan waktu yang sama untuk semua siswa. Dalam hal ini, Google Classroom dapat membantu guru dalam menghemat waktu dan tenaga dalam proses ujian.

Namun, meskipun penggunaan Google Classroom untuk ujian sekolah memiliki banyak keuntungan, tetap diperlukan persiapan yang matang agar proses ujian dapat berjalan dengan lancar. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain adalah persiapan jaringan internet yang stabil, pengaturan waktu ujian dengan cermat, serta memberikan instruksi dan petunjuk ujian yang jelas dan terstruktur.

Dalam kesimpulannya, penggunaan Google Classroom untuk ujian sekolah merupakan solusi yang tepat untuk mempermudah proses ujian dan evaluasi hasil ujian. Dengan memanfaatkan teknologi, guru dan siswa dapat melakukan ujian secara online dengan mudah dan efisien. Namun, tetap diperlukan persiapan yang matang agar proses ujian dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan hasil evaluasi yang akurat.

 

Minggu, 05 Desember 2021

Kejutan

Pagi itu. Seperti biasa. Saya suka nongkrong di ruang OSIS. Tiba-tiba kepala sekolah. Pak Haji Salamun, S.Pd.M.Pd menghampiri. Sejurus mengeluarkan info sangat penting. Saya ditunjuk untuk mendampingi anak-anak ikut lomba matematika di Kendari. 

Selama 2 tahun saya berada di SMP Negeri 1 Baubau. Belum pernah saya ke Kendari untuk pendampingan lomba. Hari itu kejutan sekali. Suatu penghormatan diberi kepercayaan. Pengalaman baru. 

Untuk itu saya mempersiapkan diri. Tentu dengan membimbing anak-anak yang terpilih ikut lomba. 



Lomba Olimpiade Matematika dan Lomba Cepat Tepat Matematika (LCT Matematika) ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Matematika Jurusan Matematika FMIPA UHO. Lomba ini diikuti oleh seluruh Sekolah (SD, SMP dan SMA) se-Sulawesi Tenggara. 

SMP Negeri 1 Baubau mengutus 4 Siswa. LCT dan Olimpiade diikuti oleh Ariza Inayah DAUD, La Ode Delok Jumsya, dan Irzan Dwi Putra, sedangkan Aisyah Raihan Fadilla hanya mengikuti Olimpiade.

Kurang lebih 2 minggu sebelum berlomba. Bimbingan dilaksanakan setiap anak-anak pulang sekolah. Di momen ini saya merasa energi saya terkuras. 

Di saat yang sama. Saya mendapat kejutan baru. Saya terpilih sebagai Sahabat Rumah Belajar (SRB) mewakili kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2021. Banyak tugas yang harus dituntaskan selama terpilih sebagai SRB 2021. Diantaranya, melaksanakan sosialisasi Rumah Belajar, membuat laporan sosialisasi dalam bentuk video dan video praktik baik pembelajaran serta membuat blog. 

Tantangannya, kami hanya bisa melaksanakan tugas sosialisasi itu dengan leluasa setelah pembekalan SRB selesai. Pembekalan tersebut dilaksanakan secara online pada tgl 2 - 5 November 2021. Dari siang pukul 14.00 s.d 17.30 wita menjelang Maghrib. Sementara deadline tugas semuanya itu dikumpulkan pada tanggal 11 November 2021. Ini berarti kita memiliki 6 hari untuk melaksanakan sosialisasi. Di saat yang sama, video sudah harus jadi dan siap dikirim. 

Lelahnya luar biasa. Apalagi ini pengalaman pertama melaksanakan sosialisasi ke sekolah-sekolah di Kota Baubau. Untungnya saya tidak bekerja sendiri. Saya dibantu oleh 3 orang teman guru yang juga terpilih sebagai SRB mewakili Kota Baubau. Mereka adalah RR Deltu La Firlaz, S.Pd (SMKN 1 Baubau) , Intan Basmala, S.Pd (SMKN 2 Baubau), dan Israwati Amba, S.Pd ( SDN 2 Baubau).

Kami berempat berkolaborasi dan berbagi bersama tentang Pemanfaatan Rumah Belajar. Masing-masing punya peran dalam kegiatan sosialisasi. Ada yang bertugas membuat flyer atau spanduk, ada yang berkoordinasi dengan kepala sekolah dan sebagainya. 



Saya tidak bisa membayangkan. Bagaimana bisa menyelesaikan semua itu. Bahkan sempat terpikir untuk memundurkan diri sebagai SRB. Bagaimana tidak. Sosialisasi harus terlaksana hari Senin s.d Rabu 10 November 2021. Kamis 11 November 2021 pukul 23.59 wib laporan dan video wajib dikirimkan. Belum lagi praktik baik pembelajaran juga harus tuntas termasuk videonya. 

Karena waktu yang terbatas itu. Kami hanya bisa melaksanakan sosialisasi di beberapa sekolah. Diantaranya, SMPN 1 Baubau (sekolah tempat saya bertugas), SDN 2 Baubau, SMKN 1 Baubau, SMAN 1 Baubau dan SMAN 2 Baubau. 

Hari Kamis, 11 November 2021. Saya sempatkan untuk melaksanakan praktik baik pembelajaran di kelas perwalian saya sendiri, kelas 8.11. Praktik tersebut direkam dan dibantu oleh anak-anak. Pulang sekolah dihari yang sama. Saya mengedit videonya. Dua video sekaligus. Video Sosialisasi dan Video Praktik Baik Pembelajaran. Seharusnya masih ada lagi video yang dibuat, yaitu video Curriculum Vitae. Namun, karena saya tidak mampu lagi. Akhirnya CV hanya dibuat dalam bentuk teks. Bahkan saya menyelesaikan editan video tepat pukul 11 malam. Hingga mata saya kelelahan dan kepala saya pusing akibat terlalu lama di depan laptop.

Syukurnya semua tugas dapat diselesaikan. Banyak pengalaman berharga yang saya dapatkan. Yang pasti, saya sangat berterima kasih kepada Allah SWT yang memberikan anugerah kesehatan dan iman sehingga saya bisa mengerjakan semuanya.



 

Selasa, 02 November 2021

Hari Pertama Coaching Pembatik Level 4

Selasa, 2/11/2021 pukul 14.00 - 17.00 wita 30 Sahabat Rumah Belajar Provinsi Sulawesi Tenggara 2021 mengikuti coaching Pembatik Level 4 pada hari pertama. Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui zoom meeting dan dihadiri oleh Duta Rumah Belajar Sulawesi Tenggara Tahun 2017, 2018, 2019 dan 2020 serta Tutor dari Pusdatin.

Kegiatan ini mengangkat tema "Membangun Komunikasi dan Kolaborasi dalam Pemanfaatan Rumah Belajar". Di hari pertama ini, peserta diminta untuk memperkenalkan diri masing-masing dengan durasi waktu maksimal 2 menit. Banyak diantaranya yang memperkenalkan dirinya dengan antusias. Bahkan ada yang dramatis. Terharu karena tidak menyangka bisa bergabung dengan 30 besar Finalis Duta Rumah Belajar Prov. Sulawesi Tenggara Tahun 2021. Ada juga yang hampir mengangkat bendera putih alias menyerah untuk lanjut ke tahap pembatik level 4. Hal ini beralasan karena banyak tugas dan cukup sulit untuk melewati tahap pembatik level 1 hingga level 3 tentunya. Namun, akhirnya semua terbayar lunas. Berkat kerja keras, dukungan, doa dari berbagai pihak. Akhirnya peserta dapat berada di tahap ini, pembatik level 4. 









Keseruan di hari pertama ini tidak selesai karena adanya materi tentang komunikasi efektif, negosiasi dan diplomasi. Materi tersebut disampaikan oleh Ibu Irma, Duta Rumah Belajar Sultra tahun 2018. Meskipun disampaikan secara singkat dan padat. Akan tetapi meninggalkan kesan yang baik. Di dalam materi tersebut, peserta diberikan pemahaman serta motivasi berkomunikasi secara efektif dan mampu melakukan melakukan negosiasi serta diplomasi. 

Beberapa tips dan trik berkomunikasi efektif yang disampaikann oleh Ibu Irma yaitu :

1. Pantaskan diri.

2. Lakukan analisis karakteristik audience.

3. Kemas konten dengan baik dan menarik.

4. Sampaikan presentasi pesan Anda pada situasi dan waktu yang tepat.

5. Lakukan pengiriman pesan dengan menggunakan beberapa media yang sesuai.

6. Sampaikan pesan dengan jelas dan tidak bertele-tele.

7. Perhatikan bahasa non verbal.

8. Bersikaplah penuh semangat dan menginspirasi.

9. Buatlah orang lain merasa penting dan lakukan itu dengan tulus.

10. Lakukan secara konsisten dan terus menerus sesuai dengan kesempatan yang ada. 

Terakhir kegiatan ditutup dengan pembagian kelompok untuk berkolaborasi satu sama lain dalam memberikan sosialisasi Pemanfaatan Rumah Belajar dengan mengangkat kearifan lokal.

Di hari pertama ini, kami mendapat semangat yang tinggi untuk menembus batas ketidakmungkinan menjadi mungkin. Wassalam...


#Pembatik2021

#PembatikLevel4

#SahabatRumahBelajar

#DutaRumahBelajar

#PusdatinKemendikbud

#RumahBelajar 

Selasa, 30 Mei 2017

Sekilas Kisah PPG di Makassar



Titik-Titik Merajut Asa
Perjalanan yang panjang untuk menempuh secercah harapan baru. Saya melanjutkan studi pendidikan profesi guru disingkat PPG. Salah satu program kemenristek dikti. Bertujuan untuk melahirkan guru-guru yang professional. 

Tak pernah terbayangkan. Saya memilih jalan ini. Padahal, sejak duduk di bangku kuliah. Cita-cita tertinggi saya adalah menjadi seorang dosen. Paling tidak menjadi seorang pendidik yang lebih tinggi levelnya. Bukan menjadi guru yang masih dianggap profesi rendah di lingkungan masyarakat. Kebanyakan orang berstatusinasi bahwa guru adalah pekerjaan pelarian. Bukan pilihan hati. Sederhana berfikirnya, daripada tidak dapat pekerjaan ?” begitu katanya. 

Apalagi banyak kasus yang menjerat kehidupan para pahlawan tanpa tanda jasa ini. Ya, apalagi kalau bukan lilitan utang yang menganga. Menghantui hari – hari akhir bulan. Seolah menjadi ritual para guru di negeri ini. Negeri yang katanya melimpah kekayaan alamnya. Indonesia sang khatulistiwa yang membentang dari sabang sampai merauke. Satu ironi yang mengiris hati bagi siapa saja yang merasakannya. Guru yang bertugas mencerdaskan anak bangsa dibayar murah. Sementara artis-artis yang merusak generasi dibayar mahal. Dunia ini sudah terbalik. Sudah mati dilalap kegelapan.  

Agak rumit memang mendamaikan dua hati dalam satu badan. Hati yang tak ingin terkungkung oleh rutinitas kehidupan anak-anak yang labil di sekolah. Juga hati yang terkekang oleh keinginan untuk bisa bermanfaat bagi diri dan orang lain. Meski begitu, pilihan saya telah mantap. Guru sekarang sudah sedikit berbeda dengan dulu. Saat ini guru telah mendapat perhatian khusus dari pemeritah. Perlahan-lahan profesi ini menjadi rebutan sarjana-sarjana kependidikan. Di tambah lagi, guru adalah profesi yang mulia dan cukup diperhitungkan di masyarakat. 

Memilih menjadi guru memang bukan final dari kehidupan. Menjadi guru bukanlah tujuan akhir. Tapi sarana untuk menghantarkan kehidupan kita yang lebih baik. 

Tiba Di Makassar  

Hari rabu Tanggal 16 maret 2016. Kakiku berhasil menapaki kota Daeng, Makassar. Ibukota provinsi Sulawesi Selatan. Kota pusat dagang Indonesia Timur. Pintu gerbang jalur perdagangan dari barat ke timur atau sebaliknya. Tempat transitnya kapal-kapal yang hendak berlabuh. Kota yang dijuluki sebagai kota para pelaut ulungnya sulawesi. Tak salah jika sepanjang jalan kota ini, kapal phinisi menjadi iconnya.

Dengan pesawat wings air, saya bertolak  dari Bandara Betoambari Kota Bau-Bau menuju Bandara Internasional Hasanuddin Makassar. Hatiku tersujud syukur dalam bungkusan doa untuk sang pemilik kehidupan. Bersyukur dengan selamat aku bisa menghirup udara segar kota daeng ini. Setelah perjalanan yang lumayan lama. Kira-kira satu jam, penumpang diguncang rasa khawatir. Tidak biasanya pesawat berguncang – guncang sesekali sepanjang perjalanan. Dalam hati seolah membenarkan bahwa awan-awan tebal adalah penyebabnya.

Dari bandara kami menuju Rusunawa Kampus Tidung FIP UNM. Derasnya hujan sepanjang perjalanan membawa saya ke alam bawah sadar. Aku tertidur sedikit di dalam taxi. Rasa lelah masih menimpa saya dan dua orang kawan saya. Baso Najamuddin, S.Pd (Baso) dan Carhum Rahmat Yamin Mbena, S.Pd(Carhum). Mereka adalah dua kawan saya yang baik hatinya. 

Setiba di Rusunawa, kami disambut baik oleh teman-teman yang lebih dahulu tiba. Mereka sudah dua atau tiga hari sebelumnya berada di Rusunawa. Segala tas dan koper yang berat dibantu angkut ke kamar kami. Mereka mengangkutnya dengan tali yang terpasang pada katrol. Menarik juga dan senang karena dibantu oleh kawan-kawan yang saya sendiri belum mengenal dekat mereka. Sebelum kami masuk dan mengecek kamar. Kami diberikan sarung bantal dan selimut.  

Rusunawa, Istanaku

Rusunawa adalah singkatan dari Rumah Susun Sewa. Bangunan yang cukup besar dan luas. Terdiri dari lima lantai. Masing-masing lantai menjorok ke samping kanan dan kiri. Penghuni laki – laki berada di samping kiri dan perempuan di samping kanan dari bangunan besar ini.. Setiap lantai terdiri dari banyak kamar. Ada kamar untuk penghuni dan ada ruangan sekretariat. Setiap kamar hanya boleh dihuni maksimal berjumlah empat orang. Oleh karena itu, ranjang berjumlah 4 buah yang masing-masing bersusun, terbuat dari besi yang di las.

Saya ditempatkan di kamar 402 blok B lantai 4. Di dinding dekat pintu sudah tertulis nama saya dan tiga orang yang lain. Ada Ovra Aryanto kase (Ovra), Zulfikar(Fikar) dan Rahmat Budyanto(Rahmat). Ternyata mereka lebih dahulu tiba di Rusunawa. Kamarnya sudah terlihat rapi dan bersih. 

Ovra adalah peserta PPG yang berasal dari Kupang. Ia beragama Kristen. Dialah yang pertama datang dan masuk di kamar. Dia pula yang membersihkan kamar kami yang penuh dengan debu dan sarang laba-laba. Dia memang anak yang baik. Hehehehe… terima kasih Ovra. 

Rahmat Budyanto adalah peserta yang berasal dari Sengkang. Sarjana Penjaskes-Rek ini memiliki karakter yang ramah, supel dan mudah bergaul. Dia sangat baik dan asyik diajak komunikasi. Sedangkan, Fikar adalah teman saya sendiri sewaktu kami sama-sama ditempatkan di kab. Waropen dalam program SM3T. Saya sudah cukup banyak mengenalnya. Sama dengan saya. Ia juga sarjana pendidikan matematika. Orangnya olahragawan, santai dan bisa dibilang cool.  

Hidup di dalam kehidupan rusunawa seperti ini sebetulnya hal yang biasa bagi saya. Tidak ada yang begitu spesial. Tidak ada juga yang begitu menakutkan. Sejak duduk di semester 4 sewaktu kuliah S1. Saya sudah mulai hidup di rusunawa. Rusunawa yang diberi nama asrama ibnu sina uho kendari. Interior design bangunannya sangat persis dengan rusunawa di sini. Bedanya bangunan di sini seperti sudah cukup lama dibangun. 

Rusunawa PPG IV UNM bisa dibilang cukup megah karena kelengkapan fasilitasnya. Siapa saja yang masuk di dalam bangunan ini. Yang pertama kali dilihat pasti adalah jejeran kursi dan meja yang berbaris rapi.  Lantai dasar rusunawa. Disitulah tempat penghuni melepas rasa laparnya setiap pagi, siang dan malam. Ada TV yang dipajang di dinding lantai dasar. Dapur yang bersih menambah kekaguman bagi siapa yang memandangnya. Di bagian kiri lantai dasar, banyak motor yang diparkir. Ada juga beberapa ruangan kantor dan ruang pengelola. 

Aku rebahkan badanku di atas ranjang. Ranjang yang berada di atas. Tepat di atas ranjang Rahmat. Merenggangkan otot-ototku yang lelah karena perjalanan yang jauh. Ku sebut asma Allah SWT yang telah memberikan kesempatan kapadaku untuk bisa istirahat.

Hari Perdana Orientasi

Hari kamis tanggal 17 maret 2016. Di hari itulah kami memulai orientasi PPG Prajabatan IV. Seluruh peserta mengenakan pakaian seragam hitam putih. Kelihatan rapi. Tetapi masih ada rasa under estimate. Kami seperti mahasiswa baru S1 yang siap di ospek. Belakangan semua itu ditepis begitu saja oleh konsentrasi perhatian pada kegiatan awal ini.

Pukul 08.00 wita semua peserta sudah berbaris di depan ruangan yang siap pakai. Ruangan yang berAC menambah kenyamanan seluruh peserta. Pengurus p3g tampak bersiap-siap dan menunggu pimpinan universitas. Suasana tampak santai dan menyenangkan. Oleh pak Bernard peserta diminta untuk gladi. Kami berlatih untuk menyanyikan lagu Indonesia raya dan mars sm3t. 

Tidak terlalu lama. Pejabat kampus mulai berdatangan. Tidak ada yang saya kenal. Semuanya wajah – wajah baru. Aura pejabatnya perlahan merebak di seluruh pikiranku. Mereka adalah wakil rektor 1, 2, dan 3, beberapa dekan dan wakil dekan. Suasana tampak semakin tegang. Tak ada suara riuh peserta. Semua tenang dan mengikuti jalannya acara dengan khidmat dan syahdu. Seluruh peserta digiring untuk merubah mindsetnya. Segera move on untuk siap menjadi guru yang professional.    

Tiga hari kami digembleng untuk mengikuti orientasi. Masih ada beberapa kegiatan yang saya ingat. Diantaranya, penjelasan pasal demi pasal PPG dan training motivasi.  Semua berjalan dengan lancar dan terkendali. Tiga hari itu cukuplah untuk membuka wawasan kami. Tiga hari yang mematangkan kedewasaan kami tentang PPG.

Setelah tiga hari itu, kami beristirahat hingga empat hari. Kamis, jumat, sabtu, dan minggu. Senin tanggal 21 maret 2016. Mulailah kami mengikuti kuliah perdana yang langsung dipimpin oleh pak Awi dan pak Sukarna. Pada saat itu juga diadakan pemilihan ketua kelas. Pemilihannya unik dan kreatif. Peserta diminta untuk menuliskan nomor kursi yang dipilih  menjadi ketua kelas dan sekretaris. Hasilnya adalah Satriadi yang memiliki paling banyak suara untuk ketua kelas beda dua suara dengan saya. sementara saya sendiri memiliki suara paling banyak untuk sekretaris. Beda jauh dengan Satriadi. Oleh karena itu, dosen melakukan pemilihan penentuan ketua kelas dari dua orang, yakni Satriadi dan saya sendiri Ilham. Hal ini dilakukan karena saya memiliki peluang besar untuk menjadi ketua kelas. Kami berdua maju ke depan kelas dan membelakangi teman- teman. Seluruh peserta sebagai pemilih diminta untuk menutup mata. Setelah itu, mengacungkan tangan bagi yang pilih satriadi atau saya. Singkat, dan berdasarkan suara terbanyak. Saya terpilih sebagai ketua kelas.

PPG Is Over Full Time

Hari demi hari kita jalani kehidupan workshop PPG. Selama beberapa hari itu. Hampir tiga minggu kami berkutat pada kegiatan kelas. Jadwal pembelajaran dibagi menjadi enam siklus. Siklus pertama untuk pembelajaran kelas tujuh smp hingga siklus keenam untuk pembelajaran kelas duabelas sma. Masing-masing siklus dibagi lagi menjadi beberapa aktivitas. Aktivitas pertama adalah pengembangan perangkat. Kedua, persentasi perangkat. Ketiga, peerteaching dan keempat adalah pendalaman materi. Akhirnya adalah UTN (Ujian Tingkat Nasional). Hari jumat dijadikan sebagai hari khusus pendalaman materi untuk dua kali dalam sebulan.

Sangat lelah. Masuk kelas pukul 07.00-17.00 wita. Full day. Dari hari senin sampai jumat.  Sedangkan Sabtu dan Minggu adalah hari bahagianya kita semua. Dua hari itu kami bisa beristirahat total. Setelah senam pagi dan bersih-bersih asrama di hari sabtu. Kebanyakan teman-teman keluar untuk refreshing. Ada yang pulang ke rumahnya karena dekat dari Rusunawa. Ada juga yang hanya tidur full time. Hehehehe…Sungguh menyenangkan. Dua hari yang sangat dirindukan oleh teman-teman setiap minggunya. Hari itulah kami bebas berekspresi. Olahraga, mencuci, jalan-jalan ke mall atau pasar, atau ke pantai. Sementara yang lain, dua hari itu ada yang manfaatkan untuk mengikuti kajian islam.

Kehidupan ber-PPG pada dasarnya hanya berputar pada kehidupan kampus dan Rusunawa. Di kampus kami workshop, sedangkan di Rusunawa adalah tempat kami berisitirahat dan beraktivitas menunjang pembinaan mental, sosial dan spiritual. 
Karena rusunawa adalah tempat untuk mengembangkan semangat berkehidupan sosial, mental dan spiritual, maka sudah menjadi ritual tahunan bahwa dibentuk struktur organisasi rusunawa. Mulai dari yang paling atas adalah pimpinan P3G, ketua asrama hingga camat rusunawa. Ya, ketua yang mengkoordiansi kami secara langsung di asrama disebut camat. Suasananya mengkondisikan kehidupan kecamatan. Calon Camat adalah peserta ppg juga dan Camat dipilih secara musyawarah oleh kami sendiri. Kalau ada Camat, maka ada Lurah, RW dan Biro termasuk Divisi.
Lurah terbagi menjadi dua. Namanya Lurah Zainudin yang mengurus warga lelaki dan Lurah Hayati yang mengurus wanita. Masing-masing lurah terbagi menjadi tiga RW. RW 2 yang menghuni lantai dua, RW 3 yang menghuni lantai tiga dan RW 4 yang menghuni lantai empat.
Setelah Lurah dan RW, ada juga Biro. Inilah yang menunjang adanya pembinaan akademik, seni, mental, sosial dan spiritual. Oleh karenanya, ada Biro Kesehatan, Kerohanian yang terbagi menjadi divisi agama Islam dan Kristen, Biro Olahraga, Biro Kesenian, Biro Pendidikan dan Biro Publikasi dan Dokumentasi.
Terbagilah struktur organisasi itu, dan saya diamanahkan untuk menjadi ketua divisi agama islam dari biro kerohanian. Satu kepercayaan yang diamanahkan kepada saya tentu menambah satu beban lagi yang harus saya pikul. Rasanya sulit mengkoordinir teman-teman yang terbilang masih baru dan canggung untuk berkomunikasi. Oleh karenanya, saya sempat menolak jabatan itu. Tapi, karena dorongan dan bantuan dari teman yang lain akhirnya saya siap memikul amanah itu.

Adanya amanah itu tentu menguras lagi waktu dan kesibukan. Belum agenda dakwah di luar asrama yang saya geluti, kegiatan keasramaan, biro kerohanian agama islam hingga workshop. Saya katakan, hampir kita tidak bisa bernafas. Tapi, bersyukur bisa bertahan dan tetap semangat.

Allah Yang Menyayangiku

Sebagaimana di waropen Papua. Minggu pertama di rusunawa. Allah mengujiku dengan penyakit demam dan tipus. Tiba-tiba badan saya lemas, menggigil dan sakit kepala. Untung saja tidak separah di waropen yang sempat muntah darah. Di dalam kamar dari bangunan megah rusunawa, saya terbaring lemas di atas ranjang dan tidak bisa berbuat apa-apa. Tidak enak makan dan kepala pusing ingin muntah.
Saya yakin bahwa saya bisa sembuh segera. Penyakit ini hanyalah stimulus untuk bisa kuat lagi kedepan. Saya bisa beradaptasi dan berbaur dengan kehidupan baru di rusunawa. Begitu hatiku mantap. Mengubah mindset dan pikiranku untuk tetap positive thinking.

Memang, bukan hanya saya mendapat cobaan sakit. Masih ada teman-teman yang lain. Minggu pertama ini betul-betul menjadi minggu tumbangnya beberapa yang memiliki stamina rendah. Terutama kaum hawa. Sebagian besar kaum hawa menderita sakit tipus dan demam. Makanya pihak LPTK bersama Biro kesehatan harus mondar mandir ke puskemas atau rumah sakit. Mengantar dan membawa pulang mereka.

Melihat kondisi itu, banyak yang berspekulasi. Banyaknya yang sakit akibat kondisi Rusunawa yang belum stabil dan normal. Rusunawa yang masih dalam proses renovasi dan pembersihan kamar-kamar bekas pakai penghuni sebelumnya. Apalagi pertama kali masuk di rusunawa semua peserta yang lebih dulu tiba harus membersihkan kamar-kamar kotor itu.  
Sementara saya sendiri merasa bahwa ini akibat kelelahan dalam perjalanan sebelum tiba di Rusunawa.

Untung saja, Allah masih menyayangiku. Dia membantu saya melalui sahabat-sahabatku, Baso dan Ammank. Mereka membelikan obat dan coto agar saya segera sembuh. Kira-kira satu minggu lebih, saya sembuh. Selama itu saya tidak bisa membantu teman-teman yang bergerak di biro kerohanian. Saya merasa sedih karena tidak bisa berbuat banyak untuk mereka. Tapi, syukurlah. Baso(sekretaris) dan Budi(ketua biro) membantu untuk menyelesaikan tugas-tugas awal kegiatan divisi agama islam.

Badanku kembali segar. Pikiranku mulai membaik. Dan hatiku mantap untuk menyambut tantangan demi tantangan yang menerpa kehidupanku.
Kesmpatan sehat ini betul-betul saya manfaatkan untuk me-manage my time. Tidak ada kata loyo, lemas, lunglai dan letih. Masih banyak tugas yang harus saya hadapi. Salah satunya adalah program kerja divisi agama islam.

 
PPG IV UNM Berduka

Darwis, S.Pd, awalnya ia masih kelihatan segar. Tidak ada tanda-tanda sakit. Wajahnya cerah sebagaiamana yang lain. Tiba-tiba, setelah ia memutarkan satu video motivasi di pengantar peerteachingnya. Wajahnya pucat dan hampir jatuh ke lantai. Teman-teman memboyongnya ke kursi. Ia semakin lemas. Suaranya kecil dan hanya menggerak-gerakkan matanya seolah ia mengatakan bahwa ia masih sehat. Kaki kanannya bergerak-gerak, matanya besar sebelah, ia sedikit muntah dan mengeluarkan busa dari mulutnya. Salah seorang teman perempuan di kelas kami membisik bahwa ini gejala stroke ringan. Kami panic dan segera membawanya ke rumah sakit faisal. Dibantu oleh pengurus p3g menuju ke RS. Faisal. Dikursi depan samping sopir ada pak irfan. Beliau adalah sekretaris P3g. beliau yang pernah datang ke kab. Waropen untuk mengadakan monev. Saya cukup mengenal beliau. Saya, ahmad, carhum dan wisnu merasa khawatir, tidak tenang, dan gelisah. Kami berharap tidak terjadi apa-apa.

Sesampai di rumah sakit. Dokter memeriksa tekanan darahnya. Hasilnya, ia mengalami tekanan darah tinggi. Tekanan darahnya 140. Pak Irfan, sekretaris P3g tidak terlalu kelihatan panik. Sosoknya yang tua dan dewasa inilah yang membuat ia terlihat seperti itu. Mungkin ia sudah terbiasa menghadapi masa kritis seperti itu. Ia cukup kuat, tenang. Tapi, terdengar suaranya bahwa ini penyakit berbahaya. Saya pun semakin panik.  

Sesaat pak irfan kembali ke kampus. Tingggal saya dan salah seorang teman sekelas saya, namanya Ahmad. Beberapa menit kami menjaganya. Tiba-tiba beberapa dokter datang dan mulai mendiagnosa sambil bertanya kepada kami. Apakah ia memiliki riwayat jatuh ? pukul berapa ia mulai merasa sakit ? bagaimana kronologisnya ? masih banyak pertanyaan lain yang tidak saya ingat. Semua pertanyaan itu dijawab mantap oleh kami berdua. Kami menjelaskan bahwa sebelumnya ia pernah sakit demam gejala malaria dan di di rawat di puskemas. Setelah itu sembuh dan kembali ke asrama. Bahkan di hari minggu ia sempat mengikuti senam pagi dan sempat ngobrol santai dengan saya dan kepala asrama. Senin, sementara ia tampil peerteaching itulah tiba-tiba ia hampir jatuh. Begitu kami menerangkan.

Penguatan Akademik

Hari selasa, 31 mei 2016. Hari itu kami mengikuti kegiatan penguatan akademik. Tidak biasanya kami mengikuti workshop. Berhubung hari ini adalah hari tes sbmptn, sehingga banyak dosen yang mengawas. Oleh karenanya, kegiatan dialihkan untuk mengikuti penguatan akademik. Pendidikan matematika masuk pukul 12.30-17.00, sedangkan sebagian yang lain masuk pagi. Selama itu materi cuma dibawakan oleh dua pemateri saja secara langsung. Keduanya adalah penelola P3G yang sering kami jumpai. Wajar jika kami begitu akrab dan santai. Dr. Bernard, M.Pd dan Dr. Faridah, M.Pd. Merekalah yang senantiasa melayani dan membantu kami dalam menyelesaikan administarsi kegiatan kami.

Acara ini sangat baik untuk menstimulasi pemikiran kita agar siap mengajar dan belajar. Menjadi guru yang berkualitas memang harus banyak belajar. Salah satu yang menarik dari kegiatan ini adalah kami diperkenalkan tentang PAKEM (Pembelajaran Aktif Kreatif dan Menyenangkan) dan model pembelajaran di kelas.
Setelah kami diberikan banyak penjelasan tentang PAKEM dan model pembelajaran, kami langsung diminta untuk membentuk kelompok belajar. Untuk kelas pendidikan matematika dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok laki-laki dan satunya lagi kelompok perempuan. Masing – masing kelompok diminta untuk menentukan materi pembelajaran dan model pembelajaran yang cocok digunakan. Masing-masing diberikan waktu 30 menit untuk mempersiapkan semuanya.

Akhirnya, perwakilan kelompok pendidikan kimia yang maju ke depan. Setelah kelompok dari prodi yang lain. Seorang wanita dengan pakaiannya yang anggun.  Berbusana muslimah alias jilbab syar’i. Hatiku mulai terpaku dan bertanya-tanya. Siapakah calon ibu guru profesional itu ? Sekilas teman saya membisik ke telingaku bahwa ia (Si wanita yang tampil) adalah salah satu teman sepenempatannya waktu di kabupaten Berau. Ia pernah tes cpns dan berada pada urutan ketiga. Karena kuota cpns yang diminta cuma dua dari pendidikan kimia. Sehingga ia tidak termasuk kategori itu. Mungkin belum rezekinya.

Saya terus memperhatikan bagaimana ia mengajar dan menjelaskan materi pembelajaran. Jiwaku terfokus pada karakter keibuannya. Tampak dalam dirinya aura wanita penyayang. Tegas dalam berucap, dan halus tutur katanya yang dibalut dengan nasihat agama. Sepertinya ia begitu teguh dan fanatik pada agama. Terbayang dalam ingatanku terhadap sosok yang pernah kujumpai di kala kuliah dulu. Seperti pernah berjumpa. Tapi entah di mana. Biarlah kaca-kaca jendela di sepanjang dinding ruangan itu membisu dan seru memperhatikan keseriusannku dalam berimajinasi.


Semarak Ramadhan

Sedikit lagi. tinggal beberapa hari lagi. Jika tidak senin, mungkin selasa. Harinya kaum muslimin yang merindukan jannah-Nya. Hari kita berbahagia. Bulan Suci Ramadhan. Bulan yang dinantikan akan segera tiba. Bulan penuh maghfira, bulan cinta yang menyatukan hati insan yang bertakwa di dalam ladang pahala. Bahwa semua amal-amalan baik akan diberikan ganjaran pahala yang berlipat-lipat. Sebaliknya, amalan buruk akan diberikan ganjaran dosa yang berlipat-lipat pula.

Tidak terasa, di hari itu tepat mungkin senin tanggal 6 Juni 2016. Kaum muslimin akan mudik, berjumpa dengan orang tua, sanak keluarga mereka. Tak terkecuali peserta PPG SM3T IV UNM. Tanda –tanda itu tampak dari isu-isu yang menyebar. Semuanya sudah ancang-ancang untuk “kabur” dari rusunawa. Oleh karenanya, kami sebagai pengurus Biro kerohanian Divisi agama islam mengadakan pembukaan semarak ramadhan lebih awal. Hari yang ditetapkan berbeda dari yang sebenarnya. Kamis, malam jumat tanggal 2 Juni 2016. Pembukaan semarak ramadhan segera dilaksanakan. Sebelum semua teman-teman yang di Rusunawa banyak yang pulang kampung.

Satu minggu, sebelum hari itu. Kami telah rapatkan dan merancang desain, isi dan hal-hal yang berkaitan dengannya. Ari Wisnu Saputra, S.Pd sebagai ketua panitia dan Syamsumarlin, S.Pd sebagai sekretaris. Lelah dan lelah. Persiapan sudah begitu matang. Meski dana berasal dari dana pribadi dari sebagian teman-teman. Namun, tidak menyurut langkah kami untuk memberikan yang terbaik. Anggaran yang akan dikucurkan untuk program kerja belum bisa cair. Masih mandek di tengah jalan. Katanya, uang kami akan diganti setelah dana cair.

Hingga pukul 03.15 dini hari kamis. Pembuatan gapura alias panggung acara selesai dibuat. Perasaanku lega meski tampak sangat lelah dan lemas. Terakhir yang bertahan untuk memastikan sempurnanya panggung dibuat adalah saya sendiri, Budiyansah (ketua Biro Kerohanian), Baso najamuddin (Sekretaris) dan Agung (ketua divisi agama Kristen). Agung, meski beragama Kristen, ia tak sungkan-sungkan untuk membantu menyukseskan kegiatan keislaman. Entahlah, ia berbeda dengan temannya yang lain rasanya. Semoga ia diberi hidayah oleh Allah.

Tepat pukul 20.15 wita acara dimulai. Sudah ada ustadz dan beberapa pengurus P3G. Teman-teman sudah berbaris rapi meregistrasi. MC (master of Ceremony) membuka acara dengan salam keimanan. “Assalamualaykum.wr.wb”. Syamsumarlin, peserta PPG Pendidikan Kimia  ini begitu baik meyakinkan peserta untuk menjawab salamnya. Penampilannya yang santai, dengan memakai celana jeans hitam membawa suasana acara tidak terlalu kaku.

Suasana semakin hening dan teduh setelah lantunan ayat suci Alquran sedang dibacakan oleh Abdul rahman. Suaranya yang indah menghipnotis peserta untuk tenggelam dalam ayat – ayat Allah SWT. Surah al-baqarah ayat 183-184 yang dibacakan menggiring hati kami untuk merasa rindu dengan datangnya bulan suci ramadhan. Apalagi setelah terjemahannya dibacakan oleh Baso najamuddin. Getar suaranya semakin menyempurnakan kehebatan acara malam itu.


Jelang Ramadhan 1437 H

Hari semakin gelap. Seperti gelapnya hidup tanpa syariah islam. Hujan yang baru saja mengguyur kota daeng Makassar, semakin mendramatisasi gelapnya sore.

Semakin medekati malam, suasana asrama semakin sepi. Hanya beberapa orang saja. motor-motor yang diparkir pun tampak sedikit. Meski begitu, kesunyian jelang maghrib terpecah oleh lantunan musik yang dinyanyikan oleh oleh beberapa kawan di lantai 2. Bernyanyi tuk melepas rasa lelah setelah sekian hari kemarin sibuknya minta ampun. Kedengarannya tidak terlalu merdu, tapi juga tidak buruk. Suara amatiran merekaseolah sekedar membebaskan penat kepala mereka. Mungkin ini saatnya untuk bersuka ria. Kapan lagi. besok sudah harus khusyu dalam ibadah dan khusyu dalam ruang-ruang belajar.

Sementara saya belum bersiap-siap tuk mandi. Tidak biasanya. Rasanya masih ingin bersantai dan menikmati libur 3 hari ini. Segala tugas kampus dibiarkan tersimpan dalam kumpulan file. Belum rampung sempurna. Saya biarkan hingga jiwaku terpanggil untuk mengerjakannya.

Minggu, 5 Juni 2016. Teman – teman sudah berencana akan melepas rasa jenuh mereka. Dengan menggunakan pete-pete, mereka bersiap untuk melancong ke kediaman pak camat. Kabarnya, di sana mereka akan jalan – jalan ke pantai sambil bakar-bakar ikan. Sangat menyenangkan. Begitulah cara pak Camat perhatian kepada teman-teman yang tidak pulang kampung. Terutama sahabat-sahabat kita dari Padang dan Medan.
Rasa bahagia mereka sulit di ukir dalam susunan kata-kata. Canda tawa yang tergambar setelah mereka pulang masih membekas. Saya hanya bisa tersenyum halus memandang mereka. Dengan ramah saya diajak untuk memakan kue – kue dari hasil perjalanan mereka. Tapi, saya tidak begitu tertarik. Entahlah, karena lagi malas saja.

Mereka tidak tahu jika saya setengah hari tadi keluar dari asrama. Saya juga tidak mau kalah. Sepinya asrama tidak membuat saya tertarik untuk berlama-lama di kamar. Tidak ada hiburan dan pemandangan yang menarik. Wajar jika saya “kabur” dari asrama. Masih pagi sekali saya mengiktu tarhib ramadhan.
 


Go To Solo, wow…

Malam itu, kami dikumpul di lantai dasar. Oleh alasan yang sangat penting. Tidak biasanya. Pak direktur besama jajarannya datang ke asrama. Mereka seperti sedang melakukan sidak dan klarifikasi perbuatan kita yang sudah terasa melenceng. Mungkin.

Pada pertemuan itu. Pak direktur menjelaskan kepada kami tentang pengelolaan dana. Hal ini dilakukan karena adanya kasak kusuk yang kurang baik. Seolah kami tidak percaya kepada pengurus p3g. dengan gambling beliau jelaskan. Kami akhirnya mengerti dan memahami itu. Setelah itu, beliau paparkan tentang rencana kegiatan out bond dan otomatis ketertundaan kegiatan KMD Pramuka. 

Selang setelah pak direktur menyampaikan semua itu. Pak Irfan, sekretaris direktur P3g. Selama ini beliau jarang muncul di asrama. Kabarnya beliau baru sembuh dari penyakitnya. Alhamdulillah. Tiba-tiba mengambil bagian untuk menyampaikan satu hal yang membuat saya penasaran. Apa ya ??? setelah berbasa – basi. Beliau menyampaikan bahwa peserta PPG SM3T diundang untuk mengikuti pertemuan nasional dengan presiden pak Jokowi di Solo. Wow…. ! gelisah campur – campur rasanya. Siapakah orang beruntung yang akan diutus ke sana. Dalam hati ingin sekali ke solo.

Kata beliau, mereka yang akan diundang ke Solo berjumlah 25 orang. 10 diantaranya adalah peserta PPG SM3T IV. 10 lagi peserta SM3T angk. V dan 5 sisanya adalah peserta PPGT. Berhubung peserta SM3T angk. V masih berada di penempatan, maka fix 20 peserta PPG SM3T yang akan diutus. Mendengar itu, hatiku semakin deg-degan. Tak karuan. Saya berusaha menganalisis. Kira-kira siapa yang akan ke sana. Hasil pemikiran saya. mereka yang akan diundang ke sana adalah para pengurus inti keasramaan. Dan saya adalah salah satu pengurus inti keasramaan bidang divisi agama islam. Tapi belakangan ada informasi bahwa yang boleh ikut adalah hanya ketua biro. Dan saya bukan ketua biro. Ah, hatiku sesal dan benci. Rasanya tidak adil. Hehehee…

Allah SWT. punya rencana lain. Tiba-tiba saya dapat kabar bahwa saya diikutkan ke Solo. Hatiku senang campur haru. Tak pernah terbayangkan. Rasanya ingin menangis dan sujud syukur. Terima kasih ya Allah. Saya juga ingin jalan-jalan ke Solo. Allah maha Adil. Allah maha Kuasa. Hatiku berucap. Alasan yang paling masuk akal adalah bahwa saya adalah wakil koordinator kabupaten waropen papua kala menjadi peserta SM3T angk. 4. Saya menggantikan posisi koordinator kabupaten Waropen. Syamsir namanya. Dia saat ini menjadi peserta PPG di UNY. Atas dasar itulah saya terpilih menjadi bagian peserta temu nasional di solo. Sekali lagi, hatiku sangat senaaaaaaaaaang…..   Ya Allah… Ya Allah…. 
Segala persiapan sudah matang. Mulai dari pakaian yang akan kami kenakan di Solo. Rangkaian kegiatan dan lain-lain. Baju batik persatuan, kemeja pengurus, jas almamater, dan jaket SM3T. 

Tepat hari selasa tanggal 9 agustus 2016. kami  berangkat dini hari pukul 04.00 menuju bandara hasanuddin Makassar. Pesawat yang akan kami tumpangi adalah pesawat garuda air. Wow… amazing.
Masih subuh sekali. Kami bergegas untuk berangkat. Dinginnya subuh malam itu menemani pikiranku. Apa yang harus aku alkukan kelak di solo. Dengan menggunakan pete-pete, kami menuju bandara. kuarang lebih 1 jam. 

Kurang lebih 2 jam perjalanan, pesawat tiba di bandara Yogyakarta. Dari situ kami bertolak menuju Kota Solo dengan menggunakan Bus yang sudah siap menjemput kami dari tadi. Tibalah kami di hotel dan sejenak berisitrahat. Kurang lebih 4 hari kami berada di Solo dengan berbagai macam kegiatan.



Featured Post

KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-nilai Kebajikan Seorang Pemimpin

Ilham, S.Pd.,Gr.,M.Pd Calon Guru Penggerak Angkatan 11 Kota Baubau Sulawesi Tenggara Rangkuman Kesimpulan Pembelajaran (Koneksi Antar Materi...